Showing posts with label coretanku. Show all posts
Showing posts with label coretanku. Show all posts

Thursday, March 9, 2017

Kehidupan yang Tak Sempat Terkabarkan

*bersih2 blog yang kusem
*sapu2
*nyengir kuda

Halllloooooooo...

Dunia yang sudah lama saya lupakan karena hadirnya kesibukan khas orang sok tua (a.k.a kerjaan gak penting yang ternyata menyita waktu dan.. mental)... apa kabarmu? Hehehehe.
Saya datang lagi karenaaaaaaaaa..... STRESS xD xD
Berapa lama hal2 gak penting itu berhasil menjauhkan saya dari dunia ini ya? 3 tahun, yah? atau udah 4 tahun?

Gilaaa... kagok banget nulisnya. Hahahahaha.


Saya tadinya berencana nulis apa, ya? Kok jadi lupa.


Oh, saya akhirnya pindah kerja!! *tebar convetti


Setelah mendekam sekian tahun di lingkungan gak sehat akhirnya saya bisa bebas (walau belum sepenuhnya, but anyway i'm free :D).

Tempat yang baru ini jujur aja juaaaaauuhhhh lebih baik iklim kerjanya (buat saya lho, ya..). Gak ada lagi yang berusaha manfaatin saya demi kepentingan dia, gak ada lagi kerjaan segabreg yang semuanya ditendang ke meja saya tanpa ngelihat tupoksi (cuk, saya bisa ngomong tupoksi segala sekarang xD), gak ketemu lagi dengan rekan kerja yang kerjaannya rasan2 tapi dibayar 5jt tiap bulannya (asuuu!), gak ketemu lagi dengan sistem yang menghalangi orang pinter dan orang yang mau pinter untuk berkembang, dan gak ketemu lagi dengan sistem potong memotong duit dengan alasan gak jelas. Alhamdulillah. \(**)/


dari kiri ke kanan : temen2 di tempat yang sekarang (bener2 baru dan ada yg agak lama :D) Bu Dwie (subhanallah buaik dan ruamah buanget puoll), zuri (adek tingkat kimia, anak bimbingannya almh. Bu Atikah), Sayaaaa (yg pake jilbab item belakang dewe biar keliatan agak kurus xD), riska (sama juga. adek tingkat kimia. kalo kata mas nanang, si gingsul), mba elok (anaknya sudah brojol 3 tapi tetep kurus dan asiiiikk banget diajakin ngomong), fatima (wis gak usah diomong. cuantik puol khas arab. ini sekeluarga begitu semua. mancung kabeh beh.)

Di sini, saya bener2 mulai dari bawah lagi. Belajar lagi karena saya masuk ke dunia kerja yang bener2 baru. Isinya orang2 yang passionnya di dunia pendidikan tinggi banget. Sisi akademiknya kerasa.. Ketemu dengan orang2 yang kok subhanallah puinter semuanya. Berasa goblok banget dah (emang dasarnya gak pinter, sih. Ehehehehe). Saya berasa harus lari untuk mengejar ketertinggalan saya. Bayangin coba, dengan badan segede gini saya harus lari2. *hoekkk *muntah2 kehabisan napas

Semoga rasanya terus begini, ya. Semoga walaupun nanti saya tau bobrok2nya saya tetep bisa mempertahankan semangat saya yang sekarang. Semoga gajinya segera naik lagi (loh?). Tapi beneran, deh. "Semoga" yang terakhir ini ngomongnya agak dikerasin. Hihihihihi. Sudah kepengen bisa bantu orang tua yang bener2 bisa bantu. Minimal bayarin listrik sama belanjaan satu bulan, lah. Minimal bisa bantuin ngelunasin utang yang kata banyak orang riba itu. Utang yang muncul gara2 saya. Hiks. Minimal itulah. Duniawi banget pikiran saya... tapi ya gimana lagi. Otak sama hatinya baru bisa nyampe sini. Hehehehehhe. *garuk2 kepala

Segini aja dulu nulis dan ceritanya. Pengen nulis lebih banyak lagi, sih.. tapiiii... nyari waktu yang pas dulu. Muahahahhaa. Padahal tinggal nulis aja banyak alasan.

Tapi emang sulit sih rasanya buat bisa nulis lagi kayak dulu. Sepertinya saya sudah kehilangan "saya yang seneng nulis" sejak... entah sejak kapan. Terlalu lama gak diajakin ngomong, terlalu lama gak diajakin cerita2 bareng, terlalu lama gak diajak merasakan... mungkin itu yang menyebabkan dia pergi, ya. Mungkin dia mikir, ngapain dia harus stay kalo emang udah gak dibutuhin lagi... padahal.... kalau dia tau... saya butuh dia untuk mempertahankan kewarasan saya. Sayu butuh dia sebagai tempat rekreasi. Hehehehe. Butuh dia untuk "gila". Hmmmmmm... Harus nyariin kemana nih.


Saya beneran kangen banget untuk bisa nulis sajak lagi. Blog saya yang di sebelah udah lama buanget gak kesentuh. Temen dan adek saya (adek ketemu gede tapi udah manak duluan) pernah nanya, "mba.. kok gak pernah nulis lagi..?" :D :D mungkin karena dia ngeliat blog yang ini kok suepi banget yah.. tulisan terakhir aja itungannya udah sekian taun yg lampau. wkwkwkwkwkwkwk.


Yo wis sudahlah. Begini dulu. Begitunya nanti.


Adios.


*ngetik ditemenin "Ketidakwarasan Padaku"-nya Sheila yang diulang2 diulang2 diulang2. Gak kesel2 duta. xD


*btw, judul e sok melo2. padahal isine babar blas. :D

Tuesday, November 5, 2013

Kali ini, 60 kata.

Hai, Semesta... Apa kabar kehidupan di duniamu?
Sudahkah kamu bosan dengan rutinitas berputar-putar di poros, mengitari hamparan gelap yang entah apa?
Bila ya maka berkatalah. Berbisiklah bila tak sanggup. Berteriaklah bila segalanya terasa berat.
Toh, tak ada yang dengar.
Karena kamu adalah dirimu sendiri.
Inti dari segala.
Luapkan saja dan semoga segalanya membaik.

Bertingkah sepertiku tak akan ada baiknya.
:)

Sunday, June 17, 2012

Saat Sehatku (belum) Datang


ketidakwarasan padaku, membuat bayangmu selalu ada
menentramkan malamku
mendamaikan tidurku
ketidakwarasan padaku, membuat hidupku lebih tenang
aku tak kan sadari
bahwa kau tak lagi di sini

aku mulai nyaman
berbicara pada dinding kamar
aku tak kan tenang
saat sehatku datang

ketidakwarasan padaku, selimut tebal hati rapuhku
berkah atau kutukan
namamu yang ku sebut

luka hati
akan mati
jika jiwa terus menari dan bermimpi

:)

*  *  *  *  *  *  *  _  _  _  _  _  *  *  *  *  *  *  *

udah sih. gitu aja. cuma mau share lyrics of the week :p

saya hanya sedang tidak waras malam ini. well, sheila on 7, terima kasih karena telah menghasilkan "ketidakwarasan padaku" ini. manis sekali :)

Tuesday, January 3, 2012

Dua Ribu tambah 12 : Past, Present, Future

Sudah 2012 aja ya... 2011 kemarin saya sudah ngapain aja? *mendadak amnesia*

2011 itu sudah 3 hari yang lalu, saya gak merasa perlu mengingatnya. Cukup jadi penanda kalo saya pernah ada di tahun itu, diberi kesempatan menjejakkan diri di sana. Apa-apa yang sudah terjadi ya sudah. Lewat.

Jadi.....harapan 2012 adalah Lulus kuliah. Tesis A. Nerbitin jurnal internasional (bantu saya Bu Aniiiiiii >.<). Dapat kerja. Gaji pertama buat nyenengin bapak, ibu, adik. Sisanya? Apa kata-Nya.

smile :D
Saya percaya Tuhan punya cara dan rencana. Biarlah mau dibawa kemana hidup saya ini. Saya percaya, Dzat Yang Maha Perkasa ini Maha Penyayang pula. Semoga doa-doa khas manusia macam saya ini bisa diiyakan dan dijadikan :)

Saya gak tau dan gak mau tau apakah menulis macam begini dianggap berdoa lewat dunia maya. Biasanya sih banyak yang nyinyir, 'doa kok di twitter...doa kok di facebook..emang Tuhan punya akun twitter? punya FB?', dan sebagainya dan selain-lainnya. Hehehe silakan diputuskan sendiri lah. Kalo saya sih bodo' amat. Mau caranya gimana juga Yang Dituju pasti tau. Itu beneran meminta atau cuma biar akunnya rame. Jadi yang lain gak usah pada berisik...Hohoho *ini kalo saya lho yaaaa...*

Selamat Menjalani 2012 ya....yang sedih2 ayo bahagia :D kayak si kuning di samping nih... Ayo bikin senyum yang lebih lebar dari dia :D *sebenarnya ini pesan buat diri sendiri...muahahaha*

Saturday, October 22, 2011

20102011, 08.40 pm: Desicion

Tak ada yang harus disesali
Semuanya memang tak mudah
tapi bukannya tak bisa, bukannya tak mungkin

Ini hanya salah satu jalan yang harus ditempuh
Setapak lain yang harus dilewati

Bersabarlah,
Bahagia akan tiba pada waktunya

*puk puk diri sendiri*

Tuesday, August 23, 2011

Akhirnya akan Tiba

Akan tiba saat
di mana kejenuhan memuncak
tak akan tahan

pasti tiba waktu
ketika senyum lelah berdiri
mengartikan segala penantian
yang entah kemana ujungnya

akan ada sakit di dada
nyeri di tiap denyutnya
tapi
bukan berarti tak ada jeda

toh, luka
bagaimanapun
akan sembuh dengan sendirinya

Sunday, August 14, 2011

Confession of A Lovaholic

Yeah..this is what people called love
I can't ignore it

and
Yeap..it's you
No doubt

So, I declare
I am falling in love
with you

Friday, August 12, 2011

Maaf, Hidup; Kulupakan.

Juli terlewat begitu saja, Agustus pun hampir pergi.
Hidup terkapar terabaikan.
Ada yang terlupa.
Terlalu brutal dunia menggoda.

Monday, July 25, 2011

Sekarat

Hatiku babak belur dihajar rindu tak berkesudahan. Hampir mati hilang nafas. Bisa kah disudahi saja?

Hatiku bengkak membiru dihantam kesepian. Mati sarafnya tak mampu merasa lagi. Bisa kah disudahi saja?

Hatiku mulai hitam mengeras karena tak pernah tersentuh lagi. Layaknya tubuh kehilangan darah. Bisa kah disudahi saja?

Hatiku sudah begini bentuknya. Tubuhku melebam hitam bersamanya. Mau menyiksaku hingga seperti apa?

I Wish I Could

Seandainya
Waktu bisa ku lempar kembali ke masa itu
Mungkin tak begini jadinya

Seandainya
Saat itu tak ku buka lebar hatiku
Tak akan ada mencabikcabiknya hingga begini

Seandainya
Aku tunduk pada kesendirian
Pasti masih bisa aku tersenyum lebar

Seandainya saja

Tuesday, July 5, 2011

Menggila bersama Lengang

Bercengkrama dengan dinding kamar malam ini. Bersandar pada dinginnya. Memeluk aroma catnya. Membelai diamnya. Beginilah aku; tanpamu. Mencoba menikmati kesendirian yang tak pernah habis. Entah berapa banyak malam sunyi yang kau sediakan untukku.



Tak pernah ada pakem untuk sajakku. Kata-kata ini milikku. Vertikal, horizontal; mau lari ke utara lalu terbang ke tenggara, terserah. Tulis apa yang memang ingin ditulis. Inspirasi tak perlu dan tak butuh batasan.

Apalagi kegilaan. Pantang.

Memilih Pilihan : Hilang

Rasa ini memilih berdiam
Mendekap gelap bersama pekat
Rasa ini memilih tabah
Mengenang lampau bersama hampa

Dia berucap, "Lebih baik tak ada yang tahu; aku ada"
Maka, pergilah ia
Diiringi lambaian kepedihan
Berkawan sepi dan senyap
Perlahan menghilang

Berbenah Diri

Pergi berkemas
Biarkan menghilang
Biarlah waktu menyembuhkan luka


Entah kapan
Tiba waktu harus kembali
Tanpa beban
Tanpa pedih
Hanya lapang di hati, bahagia di bumi

*di atas tanah Tuhan, sendirian*

Wednesday, June 29, 2011

Juniku

Juni sesungguhnya tak pernah hujan
Tanah lembab berlumut
Berganti debu beterbangan

Entah di mana Sapardi bertemu Juni dalam puisinya
Tak pernah kudengar cerita

Sesungguhnya, Juni itu yang ku rindu
Ingin ku sentuh dinginnya

Tapi
Di sinilah aku
Bermain di awang tanpa bulan
Juni basahku tak pernah datang

Tak Butuh Judul

Ini aku dengan cintaku
Menepi tanpa ada kepastian

Aku dan cintaku
Terhenti di tengah jalan
Lelah
Tak pernah bertemu ujung harapan

Aku dan cintaku
Tak pernah bisa kembali pulang
Tak punya rumah
Menggelandang
Hanya bisa memilih
Setapak lain di belokan

Pagi Ini : Untukmu :)

Entah apa ini namanya
Ada nyeri di ulu hati

Apa pula sebutannya
Ketika degup jantung keras menghantam dada

Tak bisa terdefinisi
Senyum yang terangkum di tiap malamnya
Tangis yang kadang mengalir di sela-sela

Kupu di langit taman menyebutnya cinta
Tapi gelepar teratai bilang itu perih
Angin senja yang singgah malah membisikkan ini rindu

Aku?
Biarlah ku artikan ini sakauku
Sakau akanmu
Tak perlu benar kata dunia kalau itu tentangmu, kan?

#######

290611, Ku titipkan sapa pagi pada awan. Bawa dia ke Kejawan. Selipkan di kamar yang tak berjendela. Tanpa perangko. Tak butuh amplop. Pasti sampai :)

Monday, June 13, 2011

Tigapuluh Sekian dan Sekian

Hitungan di dunia tak pernah berjalan mundur
Aku pun bukannya semakin meremaja
Kantung mataku makin mengelam
Kulitku bertambah suram
Tapi aku hanya bisa menunggu

Tetangga bukannya tak gaduh
Hanya saja ku simpan telingaku
Berpura tak dengar
Berharap tak tahu segala
Tapi aku hanya bisa menunggu

Dan. . .
Nuraniku bukannya tak memberi tanda
Hanya saja hatiku belagak buta
Semua gelap baginya
Kecuali imaji masa depan itu
Tapi aku hanya bisa menunggu

Akhirnya, , ,
Bundaku mulai tak sabar
Telinganya muak dengar bisikan orang
Matanya pedas lihat lirikan menajam
Hatinya lelah
Aku yang jadi gunjingan

Maka sayang, , ,
Cukupkanlah sekian
Bawa aku bersamamu
atau palingkan saja mukamu
Jangan seperti ini
Jangan

Takdirku tak bisa menunggu
Dia siap berlari
dengan atau tanpamu


Sepatah akhir : Lelaki, kami wanita hanya bisa menanti. Kapan kalian siap bergerak. Tunggu apalagi. Jangan gantungkan masa depan kami seperti daging sapi di pasar. Sesungguhnya, kami tak ingin. Hanya saja, rasa ingin bertahan ini terlalu besar. Jangan buat ibu kami menangis, cukup kami. Bisa, kan?

** Sajak ini saya tujukan untuk seseorang di luar sana yang disebut orang perawan tua. Saya mengenalnya. Lelaki, dia punya. Harta, dia berlimpah. Jiwa berumah tangga, siap sejak dulu kala. Tapi sayang, lelaki pembawa hatinya ternyata cukup pengecut untuk bersama memilin bahagia. 30 mustahil mundur jadi 22, bukan?

Wednesday, June 1, 2011

Filosofi KIMCHI ~ A Mom's Taste

Bingung mau mulai darimana. Saya bikin postingan ini dengan perasaan yang gak karuan. Membuncah perasaan rindu, banjir rasa bersalah, berjejer keinginan untuk membahagiakan, berkarung-karung ucapan terima kasih. Hanya untuk satu orang. IBU.

Bodohnya, untuk merasakan rentetan perasaan seperti itu saya masih harus disindir oleh sebuah film. Le Grand Chef 2. Film ini membuat saya sadar bahwa saya belum bisa menyenangkan ibu saya. Masih sangat sangat sering merepotkan beliau, membuat beliau marah, atau entah mungkin menangis (Saya gak pernah tau karena memang ibu gak pernah nunjukin ini ke saya).

Jadi ingat bahwa saya masih sangat sering menentang beliau. Merasa bahwa saya terlalu diatur, tidak boleh menentukan masa depan sendiri, semua harus sesuai dengan keinginan beliau. Saya menyebutnya sebagai OBSESI ibu saya yang gak pernah kesampaian, sehingga saya dijadikan alat untuk mencapai obsesinya itu.

Honestly, saya sadar bahwa bukan seperti itu sebenarnya. Beliau hanya ingin hidup saya bahagia, tidak kurang apapun ketika saya mulai beranjak dewasa, bisa merasakan hidup nyaman dengan keluarga yang nantinya akan saya bentuk entah dengan siapa. Beliau pernah bilang, semoga ketika beliau dipanggil Tuhan nanti, saya, kakak, dan adik saya sudah hidup layak dengan materi berkecukupan dan memiliki keluarga yang bahagia sehingga beliau bisa tenang. Waktu itu, saya cuma ketawa. Menganggap ibu saya berlebihan. Entah kenapa saya selalu berfikir bahwa ibu gak akan pernah pergi. Ibu akan selalu mendampingi saya. Saya bahkan berpikir, kalau saya sedang bertengkar dengan suami saya, saya bisa lari ke pelukan ibu. Mengadu di sana.

Seorang ibu selalu menyadari bahwa dia tidak akan selalu bisa mendampingi dan membimbing anak-anaknya. Ada batas. Saatnya akan tiba bahwa seorang ibu akan pergi. Memang, sesungguhnya tidak akan pernah ada yang tau apakah sang Ibu yang akan lebih dulu pergi atau malah si anak yang lebih dulu berlabuh ke pelukan Tuhan. Tidak akan pernah ada yang tau. Tapi ibu; dia akan selalu menyiapkan yang terbaik yang dia bisa untuk anaknya. Seperti di film yang baru saya tonton ini, seorang ibu akan mengajari kita manis, pahit, pedas, asin, asam kehidupan (filosofi KIMCHI). Ibu akan memilihkan "bahan-bahan" yang terbaik. Agar kita bisa survive. Agar kita bisa melalui hidup dengan baik saat kita dewasa. Saat beliau tak ada.

Saya mulai belajar untuk menurunkan, menghilangkan ego. Tidak ada yang salah dengan keinginan beliau. Memulai untuk menerapkan apa yang saya tulis di paragraf sebelumnya (memahami. red).  Setidaknya, saya ingin menggores sedikit senyum di wajah ibu saya. Saya tidak ingin menyesal. Itu saja.

Tuesday, May 24, 2011

Semoga Tidak

Semoga tidak ada yang berubah
Aku tak ingin bermain api


Semoga tetap sama
Hanya ada kamu, aku, dan kita


Cukup aku tergoda
Semoga tak sampai berdosa


Semoga selalu bisa terjaga
Tak ingin hilang secuil pun


Pegang janjiku, aku terlalu takut berdiri sendiri
Aku berbakat jadi pezinah
Baru ku sadari
Jaga aku; Jaga kita




Catatan Kecil : Ini ketakutanku akan kemungkinan berakhirnya kita. Ketakutanku bahwa semua karenaku. Aku salah [?] IYA. Maka hukum aku lalu hentikan permainanku. Kita bukanlah kita jika tanpamu.

Wednesday, May 4, 2011

3 Mei 2011 : Malam Mesum yang Menyenangkan

It's blogging tiiimmmeee . . . . . :D :D


Huahh...cerita darimana dulu yak? OK, karena judulnya mesum maka saya mulai dari kemesuman yg saya mulai hari ini.

Seharian setelah pulang kuliah ini, saya twitteran terus gak pake jeda (ya sholat, mandi, tapi gak pke sign out dri twitter). Entah kenapa setelah ke-bad mood-an yg muncul tadi sore, otak saya jadi makin gak bener. Yang biasanya keranjingan bikin twit yang isinya sajak cinta, kangen, patah hati, tadi saya kepikiran untuk bikin sajak saru. Yeap, SARU. Sajak yang mesum, menjurus ke dunia seks, hubungan badan lelaki dan perempuan. Padahal sumpah, saya gak pernah bisa bikin tulisan kayak gitu awalnya. Tapi malam ini, saya gatal pengen nyoba. Bisa gak sih?

Daaaann...GAGAL sodara2...setelah saya baca-baca lagi, kalimat-kalimatnya gak bisa bikin romantis terangsang. Memang ada sih beberapa yang di-RT follower saya, cuma kalau sayanya gak terpuaskan, gak bisa orgasme gitu, berarti ya memang harus ada yang diperbaiki.

God, damn, i love writing..!! Huehueheuhehe :)

Trus2...karena saya penasaran banget gimana caranya bikin sajak saru yang menggigit, bikin napsu, tapi tetap bertata krama (hayoo..gimana itu bentuknya..?) akhirnya saya cari2 lah akun yang biasa ngtwit tulisan2 macam itu. Sampai akhirnya saya ingat ada akun @bbintangb. 

Yang bikin saya kagum, admin dibalik akun @bbintangb itu masih remaja. Kelahiran 1995, which is umurnya masih belum mencukupi (17thn aja blom) dan harusnya sih saru banget untuk ngomongin hal2 berbau seks gitu. But, yeah..ini faktanya. Dia canggih banget...!! Karena gak tahan, ya saya follow aja..huehuehuehue

Ternyata eh ternyata...anaknya asik banget dan kami sempat ngobrol bentar lewat fasilitas reply twitter. Tukar ilmu juga (sebenernya dia yang 100% ngasih ilmu ke saya), gimana caranya nulis sajak saru yg manis dan nendang kayak yg dia lakuin itu. Intinya adalah banyak2 membaca bacaan yang menunjang tulisan kita. Dan ya ini bedanya, saya kebanyakan baca buku2 romansa dan puisi2 manis, sedangkan si Bintang ini banyak baca tulisan frontal dan elegannya Djenar sama Ayu Utami. Keliatan lah di sini kalo kita beda latar belakang :)

Biar bisa liat perbedaan kasta kami di bidang sajak saru, baca tulisan2 di bawah ya :D
Memandangmu saja membuat jantungku bergolak. Menyentuhmu, aku mati terbunuh nafsu
Selimut tak mampu membuatku berkeringat. Hanya tubuhmu yang berderak bersamaku, mampu membuatku terbujur kaku. Mati kelelahan
Yang  di atas ini hasil coretan saya, nah cek sajak yang di bawah :)
Tuhan menyetubuhiku tak sedahsyat ketika kau menyetubuhiku di bilik pengakuan dosa gereja ini, Pastor.
Ingatkah kau saat pertama kali tubuh kita bersatu? Pelukanmu, nafasmu, desahmu... Semua tak seperti sekarang lagi.
Liat kan bedanya? Saya masih upik abu. . . .huhuhuhuhu

Eniwei, akun yang saya tunggu2 twitnya selama seminggu muncul malam ini. Eksis lagi jam 10.51 pm. Tapi cuma satu post dan isinya dia lagi gak mau ngomongin apa2 tentang sesuatu. Well. . .ok then. At least dia masih hidup, bisa pegang HP, dan masih bisa ngetik, thanks God. Hehehe

Sudah dulu lah ya, saya mau nge-Energen dulu. Keburu dingin. Yang jelas, malem ini saya hepi banget, dapat masukan untuk memperkaya tulisan, dapat temen baru, dan dia keluar dari persembunyian. What a great night. See ya all. . .muahh :-*