Showing posts with label hati. Show all posts
Showing posts with label hati. Show all posts

Monday, February 27, 2012

Saya, Kami Tidak (pernah) Kemana-mana

*ambil sapu*
*ambil kemoceng*
*bersihin sarang laba2 dan debu2 yang ngerak*

2 jam kemudian


hosh...hosh..bersih sudah...ah sudah. anggep aja udah bersih :D
gak mau ngapa-ngapain sih. setelah capek seharian dari lab, mondar-mandir yang jelas (penelitian saya InsyaAllah sudah menemui jalan terang), tiba-tiba tuink kepikiran kalo punya blog yang gak keurus *puk puk blogspot*. pengen nulis-nulis lagi, tapi lagi gak kepikiran apa-apa. kalo kepaksa sih bisa aja nulis tentang hibrida merkapto silika, tapi ya ngapain. ngeblog itu kan biar stres gak jadi datang bukan malah menjamu kegilaan yang sebenernya gak diharapkan. hihihi *ketawa sendiri* *iya, mendekati gila* #ssttt

jadi en jadi, saya mau bikin parade fotonya nazril irham aja deh.

Saturday, October 22, 2011

20102011, 08.40 pm: Desicion

Tak ada yang harus disesali
Semuanya memang tak mudah
tapi bukannya tak bisa, bukannya tak mungkin

Ini hanya salah satu jalan yang harus ditempuh
Setapak lain yang harus dilewati

Bersabarlah,
Bahagia akan tiba pada waktunya

*puk puk diri sendiri*

Tuesday, July 5, 2011

Ini Adonan Resah, Khawatir, dan Rindu

Pontang panting seminggu, Malang - Probolinggo dobel PP
Penat hati dan pikiran
Tak rela meninggalkan tapi kewajiban yang lain sedang memburu

Sebentar ya, Bu...cepat sembuh... :-*

*mengusir resah, 05072011*

Thursday, June 9, 2011

Singkat

"Mana yg lebih penting? Mimpimu atau ibumu? Kalau aku... ibu adalah bagian dari mimpiku!"
No more explanation :)

Wednesday, June 1, 2011

Filosofi KIMCHI ~ A Mom's Taste

Bingung mau mulai darimana. Saya bikin postingan ini dengan perasaan yang gak karuan. Membuncah perasaan rindu, banjir rasa bersalah, berjejer keinginan untuk membahagiakan, berkarung-karung ucapan terima kasih. Hanya untuk satu orang. IBU.

Bodohnya, untuk merasakan rentetan perasaan seperti itu saya masih harus disindir oleh sebuah film. Le Grand Chef 2. Film ini membuat saya sadar bahwa saya belum bisa menyenangkan ibu saya. Masih sangat sangat sering merepotkan beliau, membuat beliau marah, atau entah mungkin menangis (Saya gak pernah tau karena memang ibu gak pernah nunjukin ini ke saya).

Jadi ingat bahwa saya masih sangat sering menentang beliau. Merasa bahwa saya terlalu diatur, tidak boleh menentukan masa depan sendiri, semua harus sesuai dengan keinginan beliau. Saya menyebutnya sebagai OBSESI ibu saya yang gak pernah kesampaian, sehingga saya dijadikan alat untuk mencapai obsesinya itu.

Honestly, saya sadar bahwa bukan seperti itu sebenarnya. Beliau hanya ingin hidup saya bahagia, tidak kurang apapun ketika saya mulai beranjak dewasa, bisa merasakan hidup nyaman dengan keluarga yang nantinya akan saya bentuk entah dengan siapa. Beliau pernah bilang, semoga ketika beliau dipanggil Tuhan nanti, saya, kakak, dan adik saya sudah hidup layak dengan materi berkecukupan dan memiliki keluarga yang bahagia sehingga beliau bisa tenang. Waktu itu, saya cuma ketawa. Menganggap ibu saya berlebihan. Entah kenapa saya selalu berfikir bahwa ibu gak akan pernah pergi. Ibu akan selalu mendampingi saya. Saya bahkan berpikir, kalau saya sedang bertengkar dengan suami saya, saya bisa lari ke pelukan ibu. Mengadu di sana.

Seorang ibu selalu menyadari bahwa dia tidak akan selalu bisa mendampingi dan membimbing anak-anaknya. Ada batas. Saatnya akan tiba bahwa seorang ibu akan pergi. Memang, sesungguhnya tidak akan pernah ada yang tau apakah sang Ibu yang akan lebih dulu pergi atau malah si anak yang lebih dulu berlabuh ke pelukan Tuhan. Tidak akan pernah ada yang tau. Tapi ibu; dia akan selalu menyiapkan yang terbaik yang dia bisa untuk anaknya. Seperti di film yang baru saya tonton ini, seorang ibu akan mengajari kita manis, pahit, pedas, asin, asam kehidupan (filosofi KIMCHI). Ibu akan memilihkan "bahan-bahan" yang terbaik. Agar kita bisa survive. Agar kita bisa melalui hidup dengan baik saat kita dewasa. Saat beliau tak ada.

Saya mulai belajar untuk menurunkan, menghilangkan ego. Tidak ada yang salah dengan keinginan beliau. Memulai untuk menerapkan apa yang saya tulis di paragraf sebelumnya (memahami. red).  Setidaknya, saya ingin menggores sedikit senyum di wajah ibu saya. Saya tidak ingin menyesal. Itu saja.

Wednesday, May 4, 2011

3 Mei 2011 : Malam Mesum yang Menyenangkan

It's blogging tiiimmmeee . . . . . :D :D


Huahh...cerita darimana dulu yak? OK, karena judulnya mesum maka saya mulai dari kemesuman yg saya mulai hari ini.

Seharian setelah pulang kuliah ini, saya twitteran terus gak pake jeda (ya sholat, mandi, tapi gak pke sign out dri twitter). Entah kenapa setelah ke-bad mood-an yg muncul tadi sore, otak saya jadi makin gak bener. Yang biasanya keranjingan bikin twit yang isinya sajak cinta, kangen, patah hati, tadi saya kepikiran untuk bikin sajak saru. Yeap, SARU. Sajak yang mesum, menjurus ke dunia seks, hubungan badan lelaki dan perempuan. Padahal sumpah, saya gak pernah bisa bikin tulisan kayak gitu awalnya. Tapi malam ini, saya gatal pengen nyoba. Bisa gak sih?

Daaaann...GAGAL sodara2...setelah saya baca-baca lagi, kalimat-kalimatnya gak bisa bikin romantis terangsang. Memang ada sih beberapa yang di-RT follower saya, cuma kalau sayanya gak terpuaskan, gak bisa orgasme gitu, berarti ya memang harus ada yang diperbaiki.

God, damn, i love writing..!! Huehueheuhehe :)

Trus2...karena saya penasaran banget gimana caranya bikin sajak saru yang menggigit, bikin napsu, tapi tetap bertata krama (hayoo..gimana itu bentuknya..?) akhirnya saya cari2 lah akun yang biasa ngtwit tulisan2 macam itu. Sampai akhirnya saya ingat ada akun @bbintangb. 

Yang bikin saya kagum, admin dibalik akun @bbintangb itu masih remaja. Kelahiran 1995, which is umurnya masih belum mencukupi (17thn aja blom) dan harusnya sih saru banget untuk ngomongin hal2 berbau seks gitu. But, yeah..ini faktanya. Dia canggih banget...!! Karena gak tahan, ya saya follow aja..huehuehuehue

Ternyata eh ternyata...anaknya asik banget dan kami sempat ngobrol bentar lewat fasilitas reply twitter. Tukar ilmu juga (sebenernya dia yang 100% ngasih ilmu ke saya), gimana caranya nulis sajak saru yg manis dan nendang kayak yg dia lakuin itu. Intinya adalah banyak2 membaca bacaan yang menunjang tulisan kita. Dan ya ini bedanya, saya kebanyakan baca buku2 romansa dan puisi2 manis, sedangkan si Bintang ini banyak baca tulisan frontal dan elegannya Djenar sama Ayu Utami. Keliatan lah di sini kalo kita beda latar belakang :)

Biar bisa liat perbedaan kasta kami di bidang sajak saru, baca tulisan2 di bawah ya :D
Memandangmu saja membuat jantungku bergolak. Menyentuhmu, aku mati terbunuh nafsu
Selimut tak mampu membuatku berkeringat. Hanya tubuhmu yang berderak bersamaku, mampu membuatku terbujur kaku. Mati kelelahan
Yang  di atas ini hasil coretan saya, nah cek sajak yang di bawah :)
Tuhan menyetubuhiku tak sedahsyat ketika kau menyetubuhiku di bilik pengakuan dosa gereja ini, Pastor.
Ingatkah kau saat pertama kali tubuh kita bersatu? Pelukanmu, nafasmu, desahmu... Semua tak seperti sekarang lagi.
Liat kan bedanya? Saya masih upik abu. . . .huhuhuhuhu

Eniwei, akun yang saya tunggu2 twitnya selama seminggu muncul malam ini. Eksis lagi jam 10.51 pm. Tapi cuma satu post dan isinya dia lagi gak mau ngomongin apa2 tentang sesuatu. Well. . .ok then. At least dia masih hidup, bisa pegang HP, dan masih bisa ngetik, thanks God. Hehehe

Sudah dulu lah ya, saya mau nge-Energen dulu. Keburu dingin. Yang jelas, malem ini saya hepi banget, dapat masukan untuk memperkaya tulisan, dapat temen baru, dan dia keluar dari persembunyian. What a great night. See ya all. . .muahh :-*

Monday, May 2, 2011

Dariku Untukmu

Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.

Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.

Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?

Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri?

Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.

Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.

Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…
aku takut sendirian.

*Dengan beberapa penyesuaian, Raditya Dika dalam Kepada Cinta (Gagas Media, 2009)

Saturday, April 30, 2011

#KepadaY


Aku tujukan pusaran kata ini untukmu. Bacalah, sepintas boleh, tapi aku berharap ada yang melekat. Ini, rangkaian kata ini, adalah pertanyaan terbesarku yang tak pernah tertulis selama bersamamu. Apa arti kebersamaan kita bila warna kesukaanmu pun aku tak tau. dan satu lagi, kita ini apa selama ini? Bisa kau menjawabnya? Resapi ini sambil pikirkan apa jawaban untuk pertanyaanku. Ku tunggu.


Kamu
Tak banyak yang ku ketahui
Siapa ayahmu 

Bunda yang melahirkanmu

Kamu
sedikit yang ku mengerti
Bagaimana jalan pikirmu
Marah dan kesalmu

Kamu
Yang ku tau hanya itu
Ya itu
Sibuk dengan duniamu
Dunia yang sejujurnya juga tak jelas untukku

Lalu aku siapa? 
Ratu yang tak mengenal rajanya sendiri?
Atau memang hanya jelata yang tak pantas mencuri pandang?



Kedudukan tak berlaku apapun kalau berhadapan dengan jiwamu
Kamu 
Kalau memang tak ingin dicari maka tak akan ada yang menemukan
Jika memang tak ingin disentuh meraba seumur hidup juga sia-sia

Kamu
Sosok gelap itu
Ya kamu

Wednesday, April 27, 2011

new world

akhirnya. . . .
sampai juga saya di titik ini
dunia baru, , ,
saya yakin akan menyenangkan
ijinkan saya mengenal
ijinkan saya belajar
dan ijinkan jemari ini meluapkan isi hati :)

Anda di sana yg membuat saya terpaksa memakai cara ini (terpaksa dg bahagia ^^v)


new world. . . . i'm coming..!!!!!