Friday, June 3, 2011

"Surat untuk Calon Menantuku"

Hari ini ku coba untuk menempatkan diriku di posisi seorang mertua.. Menyelami rasa yg dimiliki seorang ibu dr putra yg sgt dicintainya..

----------***----------

Duhai gadis, yg baru ku kenal.
Tahukah kau, dia putraku, lahir dr rahim suciku, kupertaruhkan hidupku untuk memilikinya, anak kesayanganku yg sepanjang hidupnya ku besarkan dgn segenap rasa cintaku..
Tangan renta ini yg mengangkat tubuh mungilnya, menyuapinya, menyeka air matanya, dan memeluknya dlm dekapanku..

Duhai gadis, tahukah kau betapa besar rasa cintaku padanya? Bahkan aku tak mampu membayangkan bila ada yg merebutnya dr dekapku..


Tahukah kau gadis? Betapa bangga ku rasakan ketika dia mulai beranjak dewasa? Menatapx tumbuh mjadi laki2 tegap dan tampan.. Seulas senyumnya mengingatkanku pd senyuman ayahnya yg sangat ku cinta..

Betapa hati ini terus diliputi rasa bangga dan buncahan cinta padanya.. Kebangganku.. Putraku..

Berbagai prestasi dia ukir dan memahatkan bangga tak terperi dalam lubang rasaku.. Dan ku slalu mrasa puas menyebutnya putraku..
Tak sdktpun dia pernah mengecewakanku.. Tak pernah..

Gadis, tahukah kau, betapa haru hatiku, ketika ku melihat perubahannya, mencoba mengenal Diennya lebih dalam dr yg kami ajarkan padanya.. Dia menjadi laki2 sejati, laki2 yg dirindukan syurga.. Aku smakin sayang padanya. Putraku, kini yg malah mengajarkanku bnyk hal.. Mendakatkanku padaNya, pada Rabbku yg slama ini ku kenal dg sederhana krn kebodohanku. Tp ku tak malu, mamun sebaliknya, aku smakin bangga pdnya.. Putraku, cahayaku..

Namun, semua rasa itu berubah mjadi takut, cemas dan khawatir..
Ketika dia mnyampaikan pdku keinginannya. Dia ingin menyempurnakan agamanya..
Yah.. Dia ingin membngun rumah tangganya sendiri..
Dan, dia telah memilih, kaulah gadis beruntung itu..

Gadis, tahukah kau? Betapa cemburuku padamu? Yah, aku sangat takut kehilangan putra kesayanganku. Takut kau merebut smua perhatiannya dariku. Takut kbradaanmu, memalingkannya dariku.. Kau akan merebutnya, dan aku cemburu..

Namun, kembali ku sadari, putraku tak akan memilih wanita sembarang.. Ku yakin kau punya kelebihan yg membuatnya memilihmu, dan ku mulai menata hatiku..

Duhai gadis pilihan putraku..
Ku harap kau memiliki tangan yg lbh lembut dariku, krn ku tak mau kau melukai putraku..
Ku harap kau mpunyai senyum yg lebih sejuk dariku.. Krena kelak, dia akan dtg padamu dalam tiap galaunya, untuk mencari ketenangan..
Ku harap, kau memiliki pelukan yg lebih hangat dariku.. Karena ku ingin hatinya selalu damai dlm dekapanmu..
Ku harap, kau mempunyai tutur kata yg seindah embun, krn ku tak ingin dia mendengar kata2 kasar dlm hidupnya..

Duhai gadis pilihan putraku.. Jadilah anakku.. Agar tak pernah ku mrasa kehilangan putraku karena kehadiranmu..
Jadilah sahabatku.. Agar kau dpt mencurahkan rasamu padaku kelak..
Jadilah rekanku.. Agar bersama2 qt membahagiakan laki2 yg sama2 qt cintai..

Untukmu gadis pilihan putraku.. Selamat datang d istana kami.. Penuhilah dgn cinta dan kasih.. Semoga kau bahagia menjadi bagian dari kami..

Padamu gadis pilihan putraku.. Akupun akan mencintaimu..

Oleh RENUNGAN KISAH INSPIRATIF

----------***----------

Catatan kecil :
Ehm,,,ini asli paste dari sononya...gak pake editan... xD tapi jadi terinspirasi untuk bikin surat balasan dari menantu...heuheuheu :D


Tertarik dengan hal ini karena saya melihat sendiri bagaimana seorang ibu mertua cemburu terhadap menantunya...timbul prasangka,sedikit intrik untuk merebut perhatian si anak dari istrinya..hmmmm
in my real life...kadang ada sedikit ketakutan kalo ternyata mertua saya merasakan kecemburuan tanpa disertai keikhlasan seperti tulisan di atas...gak bisa bayangin saya dimusuhin sama ibu suami saya sendiri...hehehe


so that's why,,,although i don't know when, i'll try to write a letter about a daughter in-law's feeling,,based on my self :)
skalian curhat dikit2...heuheuheu


just enjoy and adios :D

No comments:

Post a Comment

selamat menyematkan opini... :)