Saturday, April 30, 2011

Racauan Tengah Malam

Hmmm...ini beberapa larik untuk akun twitter saya. Ada yang sudah dipublish tapi kebanyakan masih jadi stok di laptop. Biasanya saya meracau begini kalo lagi "ada maunya",,,tapi sekarang saya hajar aja deh. Lagi males ngetwit :)
Oh iya, maaf setinggi2nya, lariknya semua galau, kacau, namanya aja meracau..hehehe
Enjoy, pals :D


  • Mimpiku beralaskan kepalsuan. Tapi aku terima selama yang merentangkannya adalah hatimu.
  • Berhenti mengejarmu adalah hal terakhir yang kuhembuskan di ujung nyawaku. Karena saat itulah aku mulai meretas mimpi tanpa batas.
  • Sakit karena mencintaimu tak bermakna apapun selama sepetak hati itu tetap milikku
  •  Merenda mimpi bersamamu adalah keinginan terkuatku. Berharap di nadi anak-anakku terukir darahmu. Mengagumi pahatan sempurna Tuhan atasmu
  • Dan tak pernah berhenti sedetikpun jantung ini mendegupkan namamu. Tertatih mendenyutkan hidup menunggu kembalimu.
  • Dan hingga detik ini aku masih menatap sepiring hati tak tersentuh. Pada hening ku bisikkan, itu milikku…berharap dia menyampaikannya padamu
  • Rasa yang kuhamparkan masih berserakan di serambi jiwamu. Perlukah ku teriakkan bahwa itu cintaku?
  • Tingginya ego menghalangiku menemuimu. Tapi sungguh, mata ini tak lelah meneliti sudut berharap menyambar sekilas nafasmu.
  • Berperang dengan kesendirian adalah pekerjaanku sekarang. Tertulis wajib ketika ku putuskan hidupku terkait padamu.
  • Tahukah kamu cinta, tiap malam aku menendang lelap berharap kau tau aku berdegup bersamamu siap menantang pagi #edisiinsomnia
  • Tertelungkup kepala ini menantimu,,mengabaikan derak ricuh sekitar yang menentang dengan keyakinan kau akan datang, kekasih tak berwujudku
  • Aku wanita yang tak peduli nyinyir kata orang. Yang ku mengerti hanya bibirmu yang menarikku mendekat
  • Katakan padaku sayang, mimpikah aku bila aku melihat masa depanku tergenggam d jemarimu?
  • Dan jujurlah sayang, pernahkah wanita itu menyentuh cintamu? Ketika aku di sini berjuang memagari petak hatiku dari hama pengganggu.
  • Mengharap hujan hadir bersama petir dan gelegar guntur di jantungmu. Biar kau rasa keheninganku berhari tanpamu.
  • Cinta, ucap rindu telah muak keluar dari mulutku. Dia putuskan pergi menghilang karena sedikitpun kau tak pernah sadari hadirnya.
  • Malam bagiku selalu melelahkan. Setia melewatkan detik2 menunggumu tanpa peralihan.
  • Rindu, temani dia habiskan malam ini. Jaga dia, sayang, karena aku terlalu lelah. Dampingi dia dalam keheningan, cinta,,tapi  tak perlu dia tau kalian ada.
  • Lelaplah sayang bila gelap ini membuatmu penat. Tenanglah, aku mengirimkan sebala rindu untuk menjaga malammu
  • Sebut saja aku jalang karena memang tak pernah berhenti diri ini meraba dan mengecap tubuhmu dengan kerinduan.
  • Kemarau berguguran berganti salju serupa hatiku yang runtuh perlahan menanti hadirmu

No comments:

Post a Comment

selamat menyematkan opini... :)